Sekeranjang Delima ....
Tanpa kusadari telah banyak puisi yang kubuat di sepanjang jalan kehidupanku ini, aku ingin mengumpulkannya dan berbagi dengan kamu semua. Berbagi pengalaman hidup dimana barangkali ada hikmah-hikmah tersembunyi yang dapat kamu ambil dari barisan kata-kata puisiku atau barangkali malah hanya sekedar barisan kata-kata indah tak bermakna.
Puisi-puisiku adalah murni refleksi diriku, dengan begitu barangkali kamu bisa lebih mengenal dan mendalami siapakah sebenarnya sosok seorang Mahdie Quintana itu. Sebab dengan mengenalku maka aku berharap kamupun dapat berbagi kehidupan ini bersamaku, bersama mengarungi kehidupan yang terasa kian berat dijejali berbagai masalah yang menerpa.
Akhir kata, aku dedikasikan seluruh puisi ini terutama untuk orang tua, isteri, anak-anakku, dan semua yang menyenangi dan dapat memahami sajak dan puisi, karena sekali lagi puisi adalah refleksi dari seluruh peristiwa kehidupan kita yang sedang berjalan ini. Terutama untuk kamu : "karena kamulah aku merangkai kata, kamu adalah inspirasiku ..."
Selamat menikmati sambil tetap berpikiran merdeka.
Selasa, 16 Maret 2010
THE MIDNIGHT BLUES OF ME
jalan menanjak kususuri tak bertenaga
mata tajam kusiapkan, ingin tangkap bayangmu
dimanapun kau berada
namun kau tak kunjung singgah
di sudut-sudut penglihatanku.
malam meninggi, dingin menusuk dalam tulang
tanya penjaga, yang cepat menggeleng dalam kantuk
putar kepala, coba kenali sosokmu
diantara keseragaman kerumunan manusia
yang tergagap bicara
di pinggir jalan menanjak nan dingin itu.
gelap makin hitam, bulan bersembunyi malu,
jarum jam berputar kencang, kau tetap tak kukenali
lalu aku tersudut di depan penjaja yang menyapa ramah
wajah-wajah lelah nan bahagia kutanya,
wajah-wajah belia di usia muda diam tak bersuara
aku lemah dan mengaku kalah
bahkan waktupun tanpa sungkan menonjok keras ulu hatiku
hampir pagi…
jalan menurun aku jalani dalam lamunan
mataku penat, tak kulihat lubang besar menganga
guncangan keras seakan ingatkan aku
lalu …. dimanakah kau ?
you’ve been missed for a while
Tidak ada komentar:
Posting Komentar