Sekeranjang Delima ....

Tanpa kusadari telah banyak puisi yang kubuat di sepanjang jalan kehidupanku ini, aku ingin mengumpulkannya dan berbagi dengan kamu semua. Berbagi pengalaman hidup dimana barangkali ada hikmah-hikmah tersembunyi yang dapat kamu ambil dari barisan kata-kata puisiku atau barangkali malah hanya sekedar barisan kata-kata indah tak bermakna.

Puisi-puisiku adalah murni refleksi diriku, dengan begitu barangkali kamu bisa lebih mengenal dan mendalami siapakah sebenarnya sosok seorang Mahdie Quintana itu. Sebab dengan mengenalku maka aku berharap kamupun dapat berbagi kehidupan ini bersamaku, bersama mengarungi kehidupan yang terasa kian berat dijejali berbagai masalah yang menerpa.

Akhir kata, aku dedikasikan seluruh puisi ini terutama untuk orang tua, isteri, anak-anakku, dan semua yang menyenangi dan dapat memahami sajak dan puisi, karena sekali lagi puisi adalah refleksi dari seluruh peristiwa kehidupan kita yang sedang berjalan ini. Terutama untuk kamu : "karena kamulah aku merangkai kata, kamu adalah inspirasiku ..."

Selamat menikmati sambil tetap berpikiran merdeka.

Jumat, 26 Maret 2010

THE MURDER OF BILLY THE KID


Peluru melesat desing dingin di udara
Bau mesiu penuhi udara malam yang berbau amis
Darah mengalir deras hanyutkan semangat
Kau tembak aku…tepat di ujung bahagia

Gelap menutupi pandang, tersungkur menimpa dendam
Bayang-bayangmu meludah dengki basahi jiwa lelahku
Lelah yang merampas nafas kehidupan

Ujung kakimu tepat bersarang dibatas pendengaranku
Diam tak bersuara…tak tergapai terasa bergerak lambat
Awan putih teduhi langkah menuju kesana
Sayap lembut menjemput bisikkan ajakan mesra

Terimalah aku…walau mungkin tak berharga bagimu
Dalam perjalanan alam maya ini
Sampaikan salam pada keangkuhan dan kekerasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar