
Peluru melesat desing dingin di udara
Bau mesiu penuhi udara malam yang berbau amis
Darah mengalir deras hanyutkan semangat
Kau tembak aku…tepat di ujung bahagia
Gelap menutupi pandang, tersungkur menimpa dendam
Bayang-bayangmu meludah dengki basahi jiwa lelahku
Lelah yang merampas nafas kehidupan
Ujung kakimu tepat bersarang dibatas pendengaranku
Diam tak bersuara…tak tergapai terasa bergerak lambat
Awan putih teduhi langkah menuju kesana
Sayap lembut menjemput bisikkan ajakan mesra
Terimalah aku…walau mungkin tak berharga bagimu
Dalam perjalanan alam maya ini
Sampaikan salam pada keangkuhan dan kekerasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar