Sekeranjang Delima ....

Tanpa kusadari telah banyak puisi yang kubuat di sepanjang jalan kehidupanku ini, aku ingin mengumpulkannya dan berbagi dengan kamu semua. Berbagi pengalaman hidup dimana barangkali ada hikmah-hikmah tersembunyi yang dapat kamu ambil dari barisan kata-kata puisiku atau barangkali malah hanya sekedar barisan kata-kata indah tak bermakna.

Puisi-puisiku adalah murni refleksi diriku, dengan begitu barangkali kamu bisa lebih mengenal dan mendalami siapakah sebenarnya sosok seorang Mahdie Quintana itu. Sebab dengan mengenalku maka aku berharap kamupun dapat berbagi kehidupan ini bersamaku, bersama mengarungi kehidupan yang terasa kian berat dijejali berbagai masalah yang menerpa.

Akhir kata, aku dedikasikan seluruh puisi ini terutama untuk orang tua, isteri, anak-anakku, dan semua yang menyenangi dan dapat memahami sajak dan puisi, karena sekali lagi puisi adalah refleksi dari seluruh peristiwa kehidupan kita yang sedang berjalan ini. Terutama untuk kamu : "karena kamulah aku merangkai kata, kamu adalah inspirasiku ..."

Selamat menikmati sambil tetap berpikiran merdeka.

Rabu, 31 Maret 2010

SEPI MENCEKAM DISEBUAH STASIUN KERETA TUA YANG LELAH


suara peluit panjang sirna menghilang
rangkaian baja sekedar melintas tinggalkan debu
lalu sepi kembali tiba
saat bendera tua terkibas ditangan tua

kau selalu berteman kelam
jam dinding usang nampak sedikit suram
sekedar megah namun terasa semakin kalah
diterjang usia yang makin menghitam
di tengah rel yang berjajar melunglai

sepi makin mencekam
kau terlihat makin lelah !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar