Sekeranjang Delima ....

Tanpa kusadari telah banyak puisi yang kubuat di sepanjang jalan kehidupanku ini, aku ingin mengumpulkannya dan berbagi dengan kamu semua. Berbagi pengalaman hidup dimana barangkali ada hikmah-hikmah tersembunyi yang dapat kamu ambil dari barisan kata-kata puisiku atau barangkali malah hanya sekedar barisan kata-kata indah tak bermakna.

Puisi-puisiku adalah murni refleksi diriku, dengan begitu barangkali kamu bisa lebih mengenal dan mendalami siapakah sebenarnya sosok seorang Mahdie Quintana itu. Sebab dengan mengenalku maka aku berharap kamupun dapat berbagi kehidupan ini bersamaku, bersama mengarungi kehidupan yang terasa kian berat dijejali berbagai masalah yang menerpa.

Akhir kata, aku dedikasikan seluruh puisi ini terutama untuk orang tua, isteri, anak-anakku, dan semua yang menyenangi dan dapat memahami sajak dan puisi, karena sekali lagi puisi adalah refleksi dari seluruh peristiwa kehidupan kita yang sedang berjalan ini. Terutama untuk kamu : "karena kamulah aku merangkai kata, kamu adalah inspirasiku ..."

Selamat menikmati sambil tetap berpikiran merdeka.

Rabu, 17 Maret 2010

JIKA KU DIPAKSA BERBUAT

saat hembusan angin terbangkan titik-titik air itu
malam basah temani langkah-langkah kecilmu
daun-daun gemerisik sibuk berbisik dekat telinga hati
baju merah basahmu tak ganggu arah tujuan
kau tegakkan kepala walau remuk redam jiwa
berjuta genderang menggema di urat nadimu
ketukan cepat darah menghujam jantung
‘pasti…kau kutemukan’.

malam makin kelam dan licin
sekejap jejak rumah menyala terang
harap cemas temukan kau disitu
hujan makin kejam menerpa tubuhmu
langkah makin cepat kau kejar
akhirnya pintu besi menyapa kurang ramah
deritnya terasa membangunkan dunia
‘kuyakin…kau disini’

daun pintu tak terkunci terbuka deru angin malam
sepatu miliknya terkapar lunglai dimuka pintu kamar
kamar yang menyisakan dendam
karena dia kembali walau telah berjanji
gemuruh keras ketukanmu kabarkan marah
tubuh-tubuh telanjang terjerembab tak berdaya
deru nafas kau atur, ludah kau semburkan, lalu berkata pelan
‘bangsat…kubunuh kau’

1 komentar:

  1. Terinspirasi dari acara TV 'Termehek-Mehek' dengan pesan pendek untuk yang suka selingkuh : BANGSAT !!

    BalasHapus