Sekeranjang Delima ....

Tanpa kusadari telah banyak puisi yang kubuat di sepanjang jalan kehidupanku ini, aku ingin mengumpulkannya dan berbagi dengan kamu semua. Berbagi pengalaman hidup dimana barangkali ada hikmah-hikmah tersembunyi yang dapat kamu ambil dari barisan kata-kata puisiku atau barangkali malah hanya sekedar barisan kata-kata indah tak bermakna.

Puisi-puisiku adalah murni refleksi diriku, dengan begitu barangkali kamu bisa lebih mengenal dan mendalami siapakah sebenarnya sosok seorang Mahdie Quintana itu. Sebab dengan mengenalku maka aku berharap kamupun dapat berbagi kehidupan ini bersamaku, bersama mengarungi kehidupan yang terasa kian berat dijejali berbagai masalah yang menerpa.

Akhir kata, aku dedikasikan seluruh puisi ini terutama untuk orang tua, isteri, anak-anakku, dan semua yang menyenangi dan dapat memahami sajak dan puisi, karena sekali lagi puisi adalah refleksi dari seluruh peristiwa kehidupan kita yang sedang berjalan ini. Terutama untuk kamu : "karena kamulah aku merangkai kata, kamu adalah inspirasiku ..."

Selamat menikmati sambil tetap berpikiran merdeka.

Sabtu, 20 Maret 2010

AKU BEGINI, KAU BEGITU


saat jarum jam mulai lelah berdetak,
ketika batas akhir petualangan hidup hari ini
sudah menjelma mata,
kau diam...bisu tak berkata
hanya buliran air terjebak di ujung sudut penglihatan
dan tekanan yang kian menghimpit
seakan ingin membuncah teriakan kecewa.

selama degupan kencang terus berdentam dalam pikiranku,
selama emosi terus meraja dalam hasratmu
aku begini, karena kau begitu !
aku tetap disini, karena kaupun tetap disitu !
………
hingga akhir jalur rel derita kita ini
akan bertemu…
jauh di fatamorgana !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar