Sekeranjang Delima ....
Tanpa kusadari telah banyak puisi yang kubuat di sepanjang jalan kehidupanku ini, aku ingin mengumpulkannya dan berbagi dengan kamu semua. Berbagi pengalaman hidup dimana barangkali ada hikmah-hikmah tersembunyi yang dapat kamu ambil dari barisan kata-kata puisiku atau barangkali malah hanya sekedar barisan kata-kata indah tak bermakna.
Puisi-puisiku adalah murni refleksi diriku, dengan begitu barangkali kamu bisa lebih mengenal dan mendalami siapakah sebenarnya sosok seorang Mahdie Quintana itu. Sebab dengan mengenalku maka aku berharap kamupun dapat berbagi kehidupan ini bersamaku, bersama mengarungi kehidupan yang terasa kian berat dijejali berbagai masalah yang menerpa.
Akhir kata, aku dedikasikan seluruh puisi ini terutama untuk orang tua, isteri, anak-anakku, dan semua yang menyenangi dan dapat memahami sajak dan puisi, karena sekali lagi puisi adalah refleksi dari seluruh peristiwa kehidupan kita yang sedang berjalan ini. Terutama untuk kamu : "karena kamulah aku merangkai kata, kamu adalah inspirasiku ..."
Selamat menikmati sambil tetap berpikiran merdeka.
Selasa, 27 April 2010
FILM INDONESIA
kadang hitam, kadang terang, kadang buram, kadang jelas
mata dingin memerah terus menatapi
walau makna tak kunjung singgah di kepala
sulit mengerti saat kata-kata terlontar hilang kendali
kosong melihat saat orang saling menembak tak terarah
diam tercenung saat kelucuan menjemukan tak membuat tawa
lelah raga saat saksikan jagoan mengejar makhluk tak berbentuk
heran rasanya saat bocah berlaku bak orang dewasa
dingin hati saat perempuan bercinta terlihat begitu palsu
harapan menghibur diri mengapa seakan jauh tak tergapai
saat kita melihat film hasil karya anak negeri ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar