Sekeranjang Delima ....

Tanpa kusadari telah banyak puisi yang kubuat di sepanjang jalan kehidupanku ini, aku ingin mengumpulkannya dan berbagi dengan kamu semua. Berbagi pengalaman hidup dimana barangkali ada hikmah-hikmah tersembunyi yang dapat kamu ambil dari barisan kata-kata puisiku atau barangkali malah hanya sekedar barisan kata-kata indah tak bermakna.

Puisi-puisiku adalah murni refleksi diriku, dengan begitu barangkali kamu bisa lebih mengenal dan mendalami siapakah sebenarnya sosok seorang Mahdie Quintana itu. Sebab dengan mengenalku maka aku berharap kamupun dapat berbagi kehidupan ini bersamaku, bersama mengarungi kehidupan yang terasa kian berat dijejali berbagai masalah yang menerpa.

Akhir kata, aku dedikasikan seluruh puisi ini terutama untuk orang tua, isteri, anak-anakku, dan semua yang menyenangi dan dapat memahami sajak dan puisi, karena sekali lagi puisi adalah refleksi dari seluruh peristiwa kehidupan kita yang sedang berjalan ini. Terutama untuk kamu : "karena kamulah aku merangkai kata, kamu adalah inspirasiku ..."

Selamat menikmati sambil tetap berpikiran merdeka.

Kamis, 06 Agustus 2009

Balada Soto Kudus dan Ayam Bakar

lewat sudut mata terbaca SOTO KUDUS & AYAM BAKAR
tergagap injak rem hingga berdecit
teringat pesanan isteri dan anak di rumah,
seraut wajah bernilai tujuh setengah ramah menyambut

“ tolong bungkus empat ayam bakar dan satu soto"
“oke tunggu sebentar"

pinggul yang bergoyang sejenak menyita perhatian
keramahan dan nada bicara menggoda terus meluncur deras

“kok minggu gini tetep buka, emang nggak jalan-jalan ?”

pertanyaan memancingku terlontar

“emang mas mau ngajak jalan-jalan ?”

jawaban yang terasa menghantam hasrat kelakianku

mata yang kadang terbuka kadang terpejam
apakah ada kotoran di sana ?
mulut mesra yang terus berbicara
apakah kau seorang pembicara ?

“semuanya 25 ribu, es teh gratis “

kau terima uang sambil menyentuh mesra
dan mengerling manja,
siang terasa makin panas
wajah tujuh setengah terus menggoda

angin siang menerbangkan hasrat yang makin membara
“Hei orang rumah, papa bawa oleh-oleh”


170509 - antapani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar