Waktu ku kecil….
Kau gendong aku ajak jalan-jalan
naik delman, bemo atau suburban
kebun binatang, makan baso atau sekedar cuci mata.
Oleh-oleh yang selalu kau bawa sepulang kerja
jadi penantian dan harapan di sela-sela hari ceriaku.
Bersama tiap minggu kita ke gereja
kau selalu sibuk pilihkan baju serta celana
kau aktif setiap perayaan misa
ajari aku kenali yesus dan segenap isi alkitab.
Tapi raut garangmu selalu menamparku
kala aku lalai belajar, bermain terlalu lama
atau bahkan sekedar decapan lidah di meja makan.
Waktu ku remaja….
Kau wajibkan aku selalu baca koran dan majalah
televisi semata hanya berisi berita, film dan drama nomor dua
penuhi ilmu dalam benak dan hidupku.
Bersama kita pernah keliling pulau jawa
naik vespa tua, kau di depan aku di belakang
lihat hal menarik sepanjang jalan, takkan ku lupa.
Sepuluh batang rokok harus ku hisap bersamaan
saat kau hukum aku karena ku mulai merokok.
Dalam kemarahanmu yang meledak-ledak
kau tetap papah aku waktu ku mabuk tuk pertama kali.
Cerita hidupmu bersama perempuan
kujadikan inspirasi saat ku mulai terjebak
Kau menjadi penengah yang arif
ketika aku dan abangku mulai sering berkelahi,
atau saat aku dan ibu mulai sering bersilang pendapat.
Waktu ku dewasa….
Kau bimbing aku menuju jenjang perkawinanku
nasehatmu yang berharga temani aku membesarkan anak-anakku
segala petuahmu menjadi bekalku untuk menemani perjalanan mereka.
13 tahun kau hidup bahagia dalam kelumpuhanmu
yang sama sekali tak menghalangimu tetap berkarya
untuk keluarga, untuk sesama, untuk tuhan dan agama.
Kau tetap sabar kala aku mulai jenuh melayanimu,
atau bahkan tetap marah saat aku lalai dalam kewajibanku.
Bepergian tetap menjadi kesenanganmu yang utama
aku bahagia dan siap untuk mendampingi.
Teh tubruk setia menemani pagi harimu
alkitab kau buka, ayat demi ayat bagai nafas segar
memenuhi rongga kehidupanmu
Kini…
Aku tetap tak merokok
Aku tetap minum walau tak lagi mabuk
Aku tetap ke gereja
Aku tetap menyimak alkitab
Aku tetap menomorsatukan lihat berita
Aku tetap baca koran dan majalah
Aku tetap mengajarkan sopan santun pada anak-anakku
Aku tetap bepergian kemanapun ku suka
Aku tetap mencintai keluargaku
Aku tetap menyayangimu
Aku rindu padamu
Kau sudah tak ada, tapi kau tetap ada ,
disini…. di hati ini.
persembahan sederhana untuk almarhum ayahanda tercinta .... my best man !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar